<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>KABUPATEN PATI ONLINE</title>
	<atom:link href="http://indrasetiawoyo.net/blog/index.php/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://indrasetiawoyo.net/blog</link>
	<description>INFORMASI ONLINE KABUPATEN PATI</description>
	<lastBuildDate>Sat, 27 Feb 2010 04:49:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>NASI GANDUL KULINER KHAS KABUPATEN PATI</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/nasi-gandul-kuliner-khas-kabupaten-pati/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/nasi-gandul-kuliner-khas-kabupaten-pati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:43:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[alun-alun]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[bu siti]]></category>
		<category><![CDATA[bumi]]></category>
		<category><![CDATA[bus]]></category>
		<category><![CDATA[daging]]></category>
		<category><![CDATA[daging sapi]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[dini]]></category>
		<category><![CDATA[dini hari]]></category>
		<category><![CDATA[diponegoro]]></category>
		<category><![CDATA[gajahmati]]></category>
		<category><![CDATA[gandul]]></category>
		<category><![CDATA[goreng]]></category>
		<category><![CDATA[gurih]]></category>
		<category><![CDATA[halte]]></category>
		<category><![CDATA[hari]]></category>
		<category><![CDATA[ibu]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jeroan]]></category>
		<category><![CDATA[kabupaten]]></category>
		<category><![CDATA[kaldu]]></category>
		<category><![CDATA[kaldu sumsum]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan pati]]></category>
		<category><![CDATA[kelapa]]></category>
		<category><![CDATA[khas]]></category>
		<category><![CDATA[kikil]]></category>
		<category><![CDATA[kota]]></category>
		<category><![CDATA[kuah]]></category>
		<category><![CDATA[lodeh]]></category>
		<category><![CDATA[luar kota]]></category>
		<category><![CDATA[makan]]></category>
		<category><![CDATA[makanan]]></category>
		<category><![CDATA[malam]]></category>
		<category><![CDATA[malam hari]]></category>
		<category><![CDATA[masakan]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[mina]]></category>
		<category><![CDATA[nasi]]></category>
		<category><![CDATA[nasi gandul]]></category>
		<category><![CDATA[otak]]></category>
		<category><![CDATA[otak goreng]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[pembeli]]></category>
		<category><![CDATA[penduduk]]></category>
		<category><![CDATA[penumpang]]></category>
		<category><![CDATA[puri]]></category>
		<category><![CDATA[pusat]]></category>
		<category><![CDATA[racikan]]></category>
		<category><![CDATA[santan]]></category>
		<category><![CDATA[sapi]]></category>
		<category><![CDATA[semur]]></category>
		<category><![CDATA[semur lodeh]]></category>
		<category><![CDATA[siti]]></category>
		<category><![CDATA[sopir]]></category>
		<category><![CDATA[subuh]]></category>
		<category><![CDATA[sumsum]]></category>
		<category><![CDATA[tani]]></category>
		<category><![CDATA[tengah]]></category>
		<category><![CDATA[tengah malam]]></category>
		<category><![CDATA[truck]]></category>
		<category><![CDATA[truk]]></category>
		<category><![CDATA[warga]]></category>
		<category><![CDATA[warung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=790</guid>
		<description><![CDATA[Pati, Pasti menu satu ini sudah tak asing lagi di lidah penduduk Kabupaten Pati. Ya, nasi gandul. Masakan ini adalah salah satu makanan khas Kabupaten Pati yang mempunyai julukan Bumi Mina Tani selain semur lodeh. Bagi anda warga pendatang atau ingin singgah di Pati, rasanya kurang afdol jika belum sempat mencoba nasi gandul yang mempunyai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/8akuliner1-pti-K34.jpg" rel="lightbox[790]"><img class="aligncenter size-medium wp-image-791" title="8akuliner1 pti-K34" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/8akuliner1-pti-K34-300x289.jpg" alt="" width="300" height="289" /></a>Pati, Pasti menu satu ini sudah tak asing lagi di lidah penduduk Kabupaten Pati. Ya, nasi gandul. Masakan ini adalah salah satu makanan khas Kabupaten Pati yang mempunyai julukan Bumi Mina Tani selain semur lodeh. Bagi anda warga pendatang atau ingin singgah di Pati, rasanya kurang afdol jika belum sempat mencoba nasi gandul yang mempunyai cita rasa gurih ini.<br />
Tidak susah mencari menu masakan ini di kota asalnya. Anda dapat dengan menudah menemukan masakan tersebut di seantero wilayah Pati. Terlebih di pusat kota. Hampir di setiap ruas jalan ada pedagang nasi gandul. <span id="more-790"></span><br />
Dari kelas restoran sampai warung tenda yang siap melayani hasrat kuliner para peminatnya dari pagi hingga malam hari.<br />
Tapi, bagaimana jika hasrat kuliner itu muncul tengah malam? Jangan khawatir, ada Bu Siti (49) yang siap memuaskan hasrat Anda tersebut. Ya, ibu yang telah menjajakan nasi gandul lebih dari setengah dasawarsa ini, memang sengaja mulai menghidangan nasi gandul saat tengah malam atau dini hari hingga menjelang subuh.<br />
Rasanya pun tak mengecewakan. Setiap pengunjung tetap dapat merasakan gurihnya kuah gandul yang berbahan dasar santan, meskipun dia mengaku tak banyak mengunggunakan sari kelapa untuk masakannya itu.<br />
&#8220;Memang sengaja tidak banyak menggunakan santan untuk mengurangi rasa enek. Saya lebih memilih pakai kaldu sumsum dan daging sapi untuk tetap menjaga rasa gurihnya,&#8221; ujar Siti warga Desa Gajahmati Kecamatan Pati yang membuka tenda makan di Jalan Diponegoro atau sebelah selatan Pasar Puri, kemarin.<br />
Dari pengakuannya tersebut, tak heran jika kuah gandulnya terlihat encer dan rasanya pun tetap gurih. Pembeli yang datang pun bisa menemukan rasa segar dalam kuah bersantan khas nasi gandul. Terlebih setelah diberi perasa jeruk nipis sebagai sentuhan akhirnya.<br />
&#8220;Tinggal pilih, mau pakai daging, kikil atau jeroan. Harganya sama, Rp 4.000/porsi. Tapi, kalau pakai telur lebih murah, cuma Rp 3.000 saja,&#8221; tawar dia di tengah kesibukannya melayani pembeli.<br />
Selain itu, ada satu lagi yang istimewa. Otak goreg yang dibaluri kocokan telur ayam. Selain tekstur lembut dan gurihnya, pengunjung juga dapat menemukan rasa krispi lapisan luar saat menikmati gorengan tersebut. Tapi, Anda harus datang lebih awal agar dapat mencicipi menu tersebut. Sebab, persediaannya terbatas.<br />
&#8220;Sehari paling hanya menyediakan selusin goreng orak. Biasanya satu jam setelah dasaran (buka warung-Red) sudah habis. Harganya plus nasi gandul cuma Rp 7.000. Mulai buka pukul 23.30-04.00. Tapi, pas ramai, pukul 03.00 sudah kukutan,&#8221; ucapnya.<br />
Dikatakan, kebanyakan pelanggannya adalah masyarakat lokal. Selain itu, ada juga yang berasal dari luar kota, seperti sopir bis, truk atau penumpang bus antar kota yang turun di Halte Pasar Puri.<br />
Untuk menemukan lokasi warungnya sangat mudah. Dari Alun-alun Kota, arahkan stir kendaraan menuju Jalan P Sudirman. Setelah melewati gedung BCA, tepat di depan Kantor Bakorwil Pati atau di pertigaan Jalan Sudirman, banting stir ke arah utara masuk Jalan Kolonel Sunandar. Setelah trafick light (bangjo), ambil arah timur menuju Jalan Diponegor. Lokasinya, tepat di belakang Halte Pasar Puri.<br />
Nah, sekarang tak perlu khawtir lagi untuk memenuhi hasrat kuliner tengah malam Anda. Berbekal Rp 4.000 sampai Rp 7.000 saja, Anda sudah dapat menikmati sensasi rasa gurih dan segar nasi gandul olahan Bu Siti. Nasi gandul racikan Bu Siti ini mungking bisa menjadi pertimbangan anda untuk menu makan malam nanti. Lokasi warungnya persis di belakang halte bis Puri, Pati. Silahkan coba&#8230;&#8230;&#8230;???<br />
sumber : K34/SM/Yudha Putra K</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/nasi-gandul-kuliner-khas-kabupaten-pati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SUNGAI JUWANA PATI MELUAP, PETANI LELE MERUGI</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sungai-juwana-pati-meluap-petani-lele-merugi/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sungai-juwana-pati-meluap-petani-lele-merugi/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:27:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[juwana]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[lele]]></category>
		<category><![CDATA[meluap]]></category>
		<category><![CDATA[merugi]]></category>
		<category><![CDATA[mustokoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[petani]]></category>
		<category><![CDATA[sungai]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=785</guid>
		<description><![CDATA[Pati, Petani lele di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati merugi akibat luapan air Sungai Juwana. Pasalnya, limpasan air sungai membuat volume air kolam meningkat sehingga tidak sedikit lele yang hanyut terbawa arus.
Maskoni (38), petani lele, mengatakan, kerugian yang ditanggungnya mencapai 50 persen dari modal produksi. Padahal, dua bulan lalu dia mengaku telah menyebar 1.000 benih lele [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/24bbisnis1-pti-K34.jpg" rel="lightbox[785]"><img class="alignleft size-medium wp-image-786" title="24bbisnis1 pti-K34" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/24bbisnis1-pti-K34-300x232.jpg" alt="" width="300" height="232" /></a>Pati, Petani lele di Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati merugi akibat luapan air Sungai Juwana. Pasalnya, limpasan air sungai membuat volume air kolam meningkat sehingga tidak sedikit lele yang hanyut terbawa arus.<br />
Maskoni (38), petani lele, mengatakan, kerugian yang ditanggungnya mencapai 50 persen dari modal produksi. Padahal, dua bulan lalu dia mengaku telah menyebar 1.000 benih lele untuk kolam ukuran 4 x 4 meter yang dimilikinya itu.<span id="more-785"></span><br />
&#8220;Sekarang tinggal separuhnya saja. Bila dihitung total kerugian Rp 2.000.000 lebih. Itu termasuk biaya untuk pakan dan lain-lain,&#8221; ungkapnya, kemarin.<br />
Sementara petani lele lain Jumadi (36), juga mengaku mengalami hal sama. Dari dua kolam yang dimilikinya, satu di antaranya banyak yang hilang. Kolamnya yang menjadi korban, hanya berjarah sekitar 500 meter dari Jembatan Ngantru. Sehingga, kata dia, kolamnya juga ikut menjadi sasaran luapan Sungai Juwana.<br />
&#8220;Setiap tahun kami mengalami kerugian ini. Padahal sebulan kurang lebih sebulan lagi sudah masuk waktu panen. Kami juga berharap pemerintah dapat segera melakukan pengerukan Kali Juwana,&#8221; pintanya.<br />
Sementara puluhan warga memanfaatkan kejadian itu untuk memancing ikan di sekitar kolam lele milik para petani. Salah satunya Joko. Dia mengaku, memancing ikan di lokasi tersebut sudah sejak Sabtu pekan lalu.<br />
Menyikapi hal itu, Jumadi mengaku, tidak dapat serta-merta melarang warga yang memanfaatkan meluapnya volume air kolam untuk memancing lele.<br />
&#8220;Saya juga tidak bisa melarang. Mereka kan hanya mengambil lele yang terlepas, jadi itu juga bukan lagi hak saya,&#8221; katanya pasrah.<br />
sumber : SM/Yudha Putra K(K34)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sungai-juwana-pati-meluap-petani-lele-merugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>AKSESORIS MOTOR SLEKO PATI</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/aksesoris-motor-sleko-pati/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/aksesoris-motor-sleko-pati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:17:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aksesoris]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang]]></category>
		<category><![CDATA[sepeda]]></category>
		<category><![CDATA[sleko]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=779</guid>
		<description><![CDATA[Pati, Omzet penjualan asesoris motor selalu meningkat tiap akhir pekan. Hal ini dirasa beberapa pedagang asesoris sepeda motor di Jalan Hos Cokroaminoto. Kenaikan itu diakui pedagang antara 20%-40% dari penjualan di hari kerja.
Bayu salah satu pedagang, mengungkapkan, jumlah penjualan bisa mencapai Rp 350.000-Rp 400.000/hari mejelang dan saat akhir pekan. Sementara pada hari kerja, dia mengaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/23bbisnis-pti-K34.jpg" rel="lightbox[779]"><img class="alignleft size-medium wp-image-780" title="23bbisnis pti-K34" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/23bbisnis-pti-K34-300x247.jpg" alt="" width="300" height="247" /></a>Pati, Omzet penjualan asesoris motor selalu meningkat tiap akhir pekan. Hal ini dirasa beberapa pedagang asesoris sepeda motor di Jalan Hos Cokroaminoto. Kenaikan itu diakui pedagang antara 20%-40% dari penjualan di hari kerja.<br />
Bayu salah satu pedagang, mengungkapkan, jumlah penjualan bisa mencapai Rp 350.000-Rp 400.000/hari mejelang dan saat akhir pekan. Sementara pada hari kerja, dia mengaku hanya mendapat sekitar Rp 300.000/hari. Tapi, penjualan bisa turun menjadi Rp 200.000/hari saat awal pekan.<span id="more-779"></span><br />
&#8220;Ya wajar. Karena hari sibuk, biasanya penghasilan Senin dan Selasa hanya bisa sebatas itu (Rp 200.000-Red),&#8221; aku dia, yang lokasi kiosnya berada di timur Terminal Sluke ini, Senin (22/2) siang.<br />
Dia mengatakan, tingginya omzet penjualan saat akhir pekan juga karena pengaruh waktu. Biasanya, hari Sabtu dan Minggu banyak pelanggan yang datang.<br />
&#8220;Terlebih, tempat ini dikenal sebagai pusat penjualan asesoris atau spare part motor oleh warga. Jadi semuanya ke sini kalau ingin mempercantik atau memperbaiki tampilan motor. Selain lengkap, harga yang kami tawarkan juga lebih murah di tempat lain&#8221;, kata Bayu yang sudah hampir setengah tahun berjualan di tempat tersebut.<br />
Sementara Sodikin, pedagang lain, mengatakan, semakin bertambahnya pemilik motor juga memengaruhi peningkatan penjualan asesoris motor. Sehingga, tempatnya berdagang menjadi referensi warga Pati untuk mencari berbagai jenis spare part sepeda motor.<br />
&#8220;Mulai dari spion, stang, knalpot sampai rantai mesin ada di sini. Tapi, ada juga jenis asesoris tertentu yang dijula dalam kondisi bekas,&#8221; katanya.Sumber: (K34/SM)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/aksesoris-motor-sleko-pati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SOP AMPELA ATI AYAM Mas Teko PATI</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sop-ampela-ati-ayam-mas-teko-pati/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sop-ampela-ati-ayam-mas-teko-pati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:09:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kuliner]]></category>
		<category><![CDATA[ampela]]></category>
		<category><![CDATA[ati]]></category>
		<category><![CDATA[ayam]]></category>
		<category><![CDATA[mas teko]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[sop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=776</guid>
		<description><![CDATA[Sup Kombinasi Sate Ati Ampela Ayam Bumbu Manis
Sub dapat dipastikan adalah salah satu masakan familier di tengah masyarakat. Setiap orang pun dapat mengolah menu ini sendiri. Pasalnya, tak banyak bumbu yang dibutuhkan untuk membuatnya.
Selain itu, masakan yang lebih menonkolkan rasa gurih dan segar ini, juga welcome dikombinasikan dengan berbagai jenis daging termasuk ikan laut dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/12bkuliner2-pti-K34.jpg" rel="lightbox[776]"><img class="aligncenter size-medium wp-image-777" title="12bkuliner2 pti-K34" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/12bkuliner2-pti-K34-300x251.jpg" alt="" width="300" height="251" /></a>Sup Kombinasi Sate Ati Ampela Ayam Bumbu Manis<br />
Sub dapat dipastikan adalah salah satu masakan familier di tengah masyarakat. Setiap orang pun dapat mengolah menu ini sendiri. Pasalnya, tak banyak bumbu yang dibutuhkan untuk membuatnya.<br />
Selain itu, masakan yang lebih menonkolkan rasa gurih dan segar ini, juga welcome dikombinasikan dengan berbagai jenis daging termasuk ikan laut dan udang. Maka dari itu banyak orang yang gandrung dengan masakan ini.<span id="more-776"></span><br />
Bila kebanyakan restoran mengkombinasikan sup dengan daging sapi atau seefood, Teguh Prihanto (40) punya opsi lain bagi pecinta sup. Warga Desa Juwanalan Kecamatan Pati yang akrab disapa Mas Teko ini menggabungkan gurihnya kuah sup dengan sate ati ampela bumbu manis. Jadi tak hanya gurih yang anda dapatkan ketika menyantapnya.<br />
Selain gurih dan manis, pengunjung juga bisa merasakan tendangan pedasnya merica mengiringi kesegaran kol, wortel dan tomat serta taburan bawang gorong sebagai sentuhan akhirnya.<br />
&#8220;Menang sengaja sayur dan kuah dipisahkan. Agar pelanggan tetap bisa merasakan kesegaran dari sayuran itu sendiri. Bila dicampur membuat warna kuah menjadi pucat dan kurang terasa segar,&#8221; ungkap Mas Teko disela kesibukannya melayani pesanan pembeli, kemarin.<br />
Diakuinya, tak ada bumbu spesial yang digunakan saat mengolah menu andalannya itu. Menurutnya, enak tidaknya masakan tergantung ketepatan dalam mencampurkan berbagai bahan yang dibutuhkan untuk membuat suatu masakan itu sendiri.<br />
&#8220;Mungkin juga karana tak banyak tempat lain yang mengokombinasikan sup dengan sate bumbu manis,&#8221; aku dia.<br />
Dikatakan, hanya bumbu minimalis yang digunakannya untuk mengolah sasakan tersebut. Di antaranya, bawang putih, merica dan kaldu daging ayam. Namun soal rasa, dipastikan tak akan mengecewakan indra pengecap anda.<br />
Jangan harap anda bisa menyantap masakan ini selepas Isya. Karena cenderung dapat dipastikan, Mas Teko bersama istri sudah siap-siap untuk menutup warung yang letaknya persis di depan rumah mungilnya di Jalan Supriyadi.<br />
&#8220;Buka mulai pukul 17.00 sampai 20.00. Tapi, seringnya tutup lebih awal karena sub-nya sudah habis,&#8221; katanya.<br />
Disinggung pelanggan yang biasa singgah di warungnya itu, dia menyebutkan, hampir semua kalangan. Mulai dari tukang becak sampai pekerja kantoran. Bahkan, aku dia, ada juga beberapa pelanggan yang berasal dari Jepara dan Semarang. &#8220;Sales asal kedua kota tersebut bila datang ke Pati pasti menyempatkan untuk makan di sini,&#8221; katanya.<br />
Jika anda berminat, tak susah untuk menemukan lokasi warung makan dengan konsep sederhana milik Mas Teko. Bila telah masuk kawasan alun-alun kota, arahkan perjalanan anda di Jalan P Sudirman. Setelah melewati Gedung BCA, ambil jalur kiri dan banting arah ke arah selatan menuju Jalan Jiwondono. Setelah menemukan pertigaan di ujung jalan, silakan ambil arah barat, menapaki Jalan Supriyadi. Lokasi warung makannya kira-kira 50 meter setela pertigaan ujung Jalan Jiwondono.<br />
Berbekal Rp 3.500, pengunjung dipastikan dapat merasakan kenikmatan sup kombinasi sate ati ampela ayam bumbu manis olahan Mas Teko. Bila masih dirasa kurang, pengunjung juga dipersilakan untuk melengkapinya dengan perkedel dan berbagi jenis gorengan dengan harga Rp 500/bijinya.<br />
Sumber : (Yudha Putra K/SM)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/sop-ampela-ati-ayam-mas-teko-pati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korban Banjir Bandang Berharap Bantuan</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/korban-banjir-bandang-berharap-bantuan/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/korban-banjir-bandang-berharap-bantuan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 04:01:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[kayen]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=772</guid>
		<description><![CDATA[Pati, Korban banjir bandang di Kecamatan Kayen, Pati, yang rumahnya rusak berat dan ringan berharap bantuan renovasi dari Pemkab Pati. Hal itu untuk meringankan beban mereka yang banyak kehilangan harta benda, selain rusaknya bangunan rumah.
Rukin, warga Dukuh Ngalingan, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen mengatakan, rumahnya saat ini tidak layak lagi untuk dihuni karena hampir semua tembok [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/24bbantu2-pti-K34.jpg" rel="lightbox[772]"><img class="alignleft size-medium wp-image-773" title="24bbantu2 pti-K34" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/24bbantu2-pti-K34-293x300.jpg" alt="" width="293" height="300" /></a>Pati, Korban banjir bandang di Kecamatan Kayen, Pati, yang rumahnya rusak berat dan ringan berharap bantuan renovasi dari Pemkab Pati. Hal itu untuk meringankan beban mereka yang banyak kehilangan harta benda, selain rusaknya bangunan rumah.</p>
<p>Rukin, warga Dukuh Ngalingan, Desa Sumbersari, Kecamatan Kayen mengatakan, rumahnya saat ini tidak layak lagi untuk dihuni karena hampir semua tembok bagian belakangnya runtuh. Terjangan banjir bandang juga menghilangkan papan kayu jati yang menjadi penyekat kamarnya dengan ruang tamu.<br />
<span id="more-772"></span><br />
&#8220;Kami sangat membutuhkan bantuan untuk memperbaiki rumah karena uang simpanan juga ikut hilang,&#8221; ujarnya, kemarin.</p>
<p>Banjir bandang yang menerpa hampir semua desa di Kecamatan Kayen, Sabtu (20/2) malam itu menelan banyak kerugian. Data kantor Kesbangpolinmas menyebutkan, setidaknya penghuni di 12 rumah di Desa Sumbersari dan Slungkep yang diterjang air bah cukup parah mengalami kerugian besar.<br />
Mebeler Hanyut Sebagian besar perabot rumah tangga, barang berharga, serta beberapa mebeler hanyut dan hilang. Saat musibah terjadi, para penghuninya lebih mementingkan keselamatan dirinya daripada mengurus barang-barangnya.</p>
<p>Warga Sumbersari lainnya, Moh Sofi&#8217;i mengatakan, kendati rumahnya tidak rusak namun sebagian besar harta bendanya raib terseret arus air yang cukup deras. Hanya saja, dia belum bisa menghitung secara rinci berapa kerugian yang dideritanya.</p>
<p>Senin (22/2) kemarin, sebagian besar warga di 14 desa yang diterjang banjir bandang sebagian besar selesai membersihkan rumah berikut barang-barang di dalamnya yang terkena air bercampur lumpur. Cuaca yang cerah pascabanjir bandang mempercepat upaya pembersihan lingkungan rumah.</p>
<p>Saat ini mereka tinggal membongkar pakaian dalam lemari untuk dicuci. Sebab, ketinggian air bah ketika menerjang mencapai satu meter sehingga pakaian bagian bawah lemari sempat terendam air keruh.</p>
<p>Kepala Kantor Kesbangpolinmas Sigit Hartoko SH menyatakan, sampai kemarin pihaknya masih menunggu laporan dari kantor kecamatan tentang total kerugian akibat banjir bandang.  (H49-54)<br />
sumber : <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/02/23/99868/Korban-Banjir-Bandang-Berharap-Bantuan">suaramerdeka.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/korban-banjir-bandang-berharap-bantuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kayen Diterjang Banjir Bandang</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/kayen-diterjang-banjir-bandang/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/kayen-diterjang-banjir-bandang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Feb 2010 03:56:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[beketel]]></category>
		<category><![CDATA[bencana]]></category>
		<category><![CDATA[brati]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[diterjang]]></category>
		<category><![CDATA[durensawit]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[jatiroto]]></category>
		<category><![CDATA[jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[kawasan]]></category>
		<category><![CDATA[kayen]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[kendeng]]></category>
		<category><![CDATA[korban]]></category>
		<category><![CDATA[lumpur]]></category>
		<category><![CDATA[pasuruhan]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[pegunungan]]></category>
		<category><![CDATA[pesagi]]></category>
		<category><![CDATA[purwokerto]]></category>
		<category><![CDATA[rogomulyo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[slungkep]]></category>
		<category><![CDATA[srikaton]]></category>
		<category><![CDATA[sumbersari]]></category>
		<category><![CDATA[talun]]></category>
		<category><![CDATA[trimulyo]]></category>
		<category><![CDATA[utara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=767</guid>
		<description><![CDATA[Pati, Hampir semua desa di Kecamatan Kayen, Sabtu (20/2) malam, disapu banjir bandang. Setidaknya, 14 desa terkena air bah yang datang secara tiba-tiba setelah hujan berlangsung kurang dari dua jam.
Ke-14 desa itu adalah Sumbersari, Purwokerto, Beketel, Kayen, Trimulyo, Pasuruhan, Pesagi, Talun, Rogomulyo, Slungkep, Srikaton, Jatiroto, Brati, dan Durensawit. Di antara desa-desa itu,  Desa Sumbersari, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/1.jpg" rel="lightbox[767]"><img class="alignleft size-medium wp-image-768" title="1" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/02/1-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>Pati, Hampir semua desa di Kecamatan Kayen, Sabtu (20/2) malam, disapu banjir bandang. Setidaknya, 14 desa terkena air bah yang datang secara tiba-tiba setelah hujan berlangsung kurang dari dua jam.</p>
<p>Ke-14 desa itu adalah Sumbersari, Purwokerto, Beketel, Kayen, Trimulyo, Pasuruhan, Pesagi, Talun, Rogomulyo, Slungkep, Srikaton, Jatiroto, Brati, dan Durensawit. Di antara desa-desa itu,  Desa Sumbersari, Kayen, Slungkep, dan Srikaton kondisinya paling parah.<br />
<span id="more-767"></span><br />
Akibat banjir bandang itu ratusan rumah di empat desa tersebut kemasukan air bercampur lumpur dari kawasan Pegunungan Kendeng Utara. Tidak ada korban jiwa dalam bencana itu.</p>
<p>Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, air bah mengalir deras dari kawasan pegunungan yang ada di sisi selatan Kecamatan Kayen sekitar pukul 18.00. Kejadian itu tidak disangka sebelumnya karena hujan hanya turun kurang dari dua jam.</p>
<p>Ketinggian air saat itu mencapai lebih dari satu meter dan baru surut lima jam kemudian. Bukan saja panik dengan kedatangan air, warga yang desanya diterjang banjir bandang itu juga ketakutan karena hujan malam itu disertai petir.<br />
Sedikitnya, tiga rumah di Desa Sumbersari rusak parah, sebagian dindingnya jebol diterjang banjir. Dua ekor sapi juga dikabarkan terseret arus dan ditemukan dalam keadaan mati.</p>
<p>&#8220;Selama hidup baru kali ini banjir besar dan merusak rumah saya. Papan kayu jati pembatas kamar hanyut dan hilang. Surat-surat penting seperti ijazah anak saya juga tidak tahu hanyut ke mana,&#8221; ujar warga RT 4 RW 5 Dukuh Ngalingan, Desa Sumbersari, Katim, kemarin.</p>
<p>Rumah tetangganya, Yasmi, kondisinya lebih parah lagi. Selain tembok bagian belakang ambrol diterjang air luapan Sungai Sumberan yang berada tepat disebelahnya, hampir semua perabot dan mebeler juga hanyut berikut seekor sapi yang dikandangkan di sebelah rumah.</p>
<p>&#8220;Dulu pernah banjir tapi tidak sebesar ini. Paling-paling dulu air yang masuk rumah hanya sedikit, tapi sekarang sampai satu meter lebih,&#8221; kata Yasmi.<br />
Hutan Gundul Warga setempat tidak mengetahui persis penyebab banyaknya air yang datang dari pegunungan. Namun diperkirakan karena kondisi hutan di kawasan pegunungan yang gundul.</p>
<p>Sampai kemarin pukul 12.00 warga di sejumlah desa itu masih sibuk membersihkan lumpur sisa banjir bandang. Barang-barang yang sempat terendam air juga dijemur di depan rumah.</p>
<p>Puluhan personel Kodim 0718 Pati bersama Koramil Kayen diterjunkan untuk membantu pembersihkan sisa banjir. Direncanakan, mereka akan berada di lokasi bencana itu beberapa hari.</p>
<p>Selain merusakkan sejumlah rumah, banjir bandang juga membuat jalan yang menghubungkan Desa Sumbersari dengan Kayen sebagian ruasnya ambles. Pagar jembatan sebuah parit di atas jalan tersebut juga ambrol dan terseret hingga 300 meter. (H49-71)</p>
<p>sumber : <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/02/22/99750/Kayen-Diterjang-Banjir-Bandang-">SuaraMerdeka.Com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/02/27/kayen-diterjang-banjir-bandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang, RSI Pati Evakuasi Pasien</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/26/banjir-bandang-rsi-pati-evakuasi-pasien/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/26/banjir-bandang-rsi-pati-evakuasi-pasien/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 11:18:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[air]]></category>
		<category><![CDATA[bandang]]></category>
		<category><![CDATA[banjir]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[evakuasi]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan]]></category>
		<category><![CDATA[margoyoso]]></category>
		<category><![CDATA[pasien]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[rsi]]></category>
		<category><![CDATA[rumah]]></category>
		<category><![CDATA[sakit]]></category>
		<category><![CDATA[waturoyo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=765</guid>
		<description><![CDATA[PATI, Banjir bandang, Kamis (21/1) melanda Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati. Bukan hanya puluhan rumah yang diterjang air bercampur lumpur, Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di desa itu juga sempat tergenang.
Setidaknya delapan pasien di ruang perawatan 10 (kelas III) terpaksa dievakuasi ke ruang komite medik yang datarannya lebih tinggi. Ruang jaga perawat di deretan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/01/ngantru21.jpg" rel="lightbox[765]"><img class="alignleft size-medium wp-image-756" title="ngantru2" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/01/ngantru21-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></a>PATI, Banjir bandang, Kamis (21/1) melanda Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati. Bukan hanya puluhan rumah yang diterjang air bercampur lumpur, Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di desa itu juga sempat tergenang.</p>
<p>Setidaknya delapan pasien di ruang perawatan 10 (kelas III) terpaksa dievakuasi ke ruang komite medik yang datarannya lebih tinggi. Ruang jaga perawat di deretan bangsal itu, serta kantor radiologi juga sempat kemasukan air lumpur.<br />
<span id="more-765"></span><br />
Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 12.15. Saat itu air limpasan dari arah barat (Desa Sonean, Kecamatan Margoyoso) mengalir deras ke arah Waturoyo.</p>
<p>Saking derasnya laju air, tembok pagar bagian utara RSI runtuh sepanjang empat meter dan puluhan meter lainnya doyong. Akibatnya, air bah masuk ke ruang perawatan pasien 10 yang berada tepat di balik pagar.</p>
<p>Petugas bagian sanitasi RSI Suntiyanto mengatakan, kejadian itu kali pertama diketahui pasien yang menghuni bangsal. Mereka sempat panik dan berteriak minta tolong.</p>
<p>Sejumlah perawat dan petugas lainnya langsung mengevakuasi pasien dan sebagian lagi mengamankan arsip serta peralatan di ruang jaga perawat dan kantor radiologi.</p>
<p>&#8220;Air datangnya cepat sekali, sehingga kami panik. Tapi Alhamdulillah, semua baik-baik saja dan bisa cepat ditangani,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Untuk mengantisipasi banjir susulan, pihak rumah sakit membuat tanggul di utara pagar yang roboh dengan karung yang berisi tanah dan sirtu. Adapun tembok pagar yang dibangun pada 1994, saat awal berdirinya RSI langsung diperbaiki.<br />
Sempat Kaget Staf Humas RSI Nusroh Fitriyana menyatakan, delapan pasien yang dipindahkan empat di antaranya merupakan pasien persalinan. Semuanya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah, kendati sempat kaget dengan kejadian itu.</p>
<p>&#8220;Tidak ada masalah dengan kondisi pasien. Untuk sementara kami pindahkan ke ruang komite medik yang datarannya lebih tinggi, sambil menunggu ruang 10 dibersihkan,&#8221; katanya.</p>
<p>Sementara itu, warga RT 3 RW 6 Desa Waturoyo bergotong royong menguras air bercampur lumpur yang menggenangi permukiman. Air disedot dengan pompa dan dialirkan ke parit di bagian selatan kampung tersebut.</p>
<p>&#8220;Kalau hujan deras sering seperti ini, karena daerah atas (Desa Sonean, Red) tidak ada saluran airnya. Jadi kalau hujan deras air langsung mengarah ke sini,&#8221; ujar warga setempat, Moh Soleh.<br />
Menurutnya, hampir semua rumah di RT-nya terendam setinggi 60 cm. Namun dua jam setelah kejadian, air menyusut separo.(H49-79)<br />
sumber : <a href="http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/01/22/96080/Banjir-Bandang-RSI-Evakuasi-Pasien">suaramerdeka.com</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/26/banjir-bandang-rsi-pati-evakuasi-pasien/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Dia&#8230;, Postingan Pertama Obama di Twitter</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/ini-dia-postingan-pertama-obama-di-twitter/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/ini-dia-postingan-pertama-obama-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 03:06:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[@barackobama]]></category>
		<category><![CDATA[Barack]]></category>
		<category><![CDATA[follower]]></category>
		<category><![CDATA[obama]]></category>
		<category><![CDATA[pertama]]></category>
		<category><![CDATA[postingan]]></category>
		<category><![CDATA[presiden]]></category>
		<category><![CDATA[tweet]]></category>
		<category><![CDATA[twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=762</guid>
		<description><![CDATA[
Washington, Presiden Barack Obama terkesan cuek dengan Twitter. Terbukti, meski sudah punya account dengan follower jutaan, ia belum pernah memposting pesan. Namun akhirnya, presiden Amerika Serikat ini mengirim tweet pertamanya.
Dikutip detikINET dari ComputerWorld, Rabu (20/1/2010), tweet pertama sang presiden berdarah Kenya ini, diposting kala ia mengunjungi kantor pusat American Red Cross di Washington.

Sang presiden sebenarnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/01/obama-bb285telegraph.jpg" rel="lightbox[762]"><img class="alignleft size-full wp-image-763" title="obama-bb285(telegraph)" src="http://indrasetiawoyo.net/blog/wp-content/uploads/2010/01/obama-bb285telegraph.jpg" alt="" width="285" height="195" /></a></p>
<p>Washington, Presiden Barack Obama terkesan cuek dengan Twitter. Terbukti, meski sudah punya account dengan follower jutaan, ia belum pernah memposting pesan. Namun akhirnya, presiden Amerika Serikat ini mengirim tweet pertamanya.</p>
<p>Dikutip detikINET dari ComputerWorld, Rabu (20/1/2010), tweet pertama sang presiden berdarah Kenya ini, diposting kala ia mengunjungi kantor pusat American Red Cross di Washington.<br />
<span id="more-762"></span><br />
Sang presiden sebenarnya memiliki account Twitter di @barackobama. Namun account yang diikuti sekitar 3 juta follower ini dikendalikan oleh pihak ketiga dan Obama tidak pernah menulis pesan di dalamnya.</p>
<p>Ternyata, tweet pertama Obama juga tidak diposting di account tersebut melainkan di halaman Twitter milik palang merah Amerika, @redcross.</p>
<p>&#8220;Presiden Obama dan First Lady berada di sini mengunjungi pusat operasi bencana kami&#8221; demikian bunyi tweet pertama Obama. Pesan itu memang tak ditulis oleh sang presiden, tapi oleh staff palang merah. Akan tetapi yang mempostingnya ke Twitter adalah Obama, dengan menekan tombol update.</p>
<p>Hal itu dikonfirmasi dalam pesan berikutnya. &#8220;Presiden Obama menekan tombol pada tweet sebelumnya. Itu adalah tweet-nya yang pertama!&#8221; Barangkali postingan pertama ini akan membuat Obama terpicu mengutak-atik Twitter. ( fyk / faw )<br />
sumber : <a href="http://www.detikinet.com/read/2010/01/20/134959/1282431/398/ini-diapostingan-pertama-obama-di-twitter">detiknet</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/ini-dia-postingan-pertama-obama-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nelayan Desa Puncel Pati berharap beras paceklik</title>
		<link>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/nelayan-desa-puncel-pati-berharap-beras-paceklik/</link>
		<comments>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/nelayan-desa-puncel-pati-berharap-beras-paceklik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 02:53:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Administrator</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[beras]]></category>
		<category><![CDATA[berharap]]></category>
		<category><![CDATA[desa]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[paceklik]]></category>
		<category><![CDATA[pati]]></category>
		<category><![CDATA[puncel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://indrasetiawoyo.net/blog/?p=759</guid>
		<description><![CDATA[PATI, Cuaca buruk dan gelombang besar di laut saat ini menyebabkan para nelayan di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti tidak berani melaut. Mereka memilih menghentikan aktivitas mencari ikan sambil menunggu kondisi alam kembali membaik.
Menurut salah seorang perangkat Desa Puncel, Sumarlan, kondisi seperti itu sudah terjadi sekitar lima hari terakhir. &#8220;Sejak Rabu yang lalu kondisi cuaca memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>PATI, Cuaca buruk dan gelombang besar di laut saat ini menyebabkan para nelayan di Desa Puncel Kecamatan Dukuhseti tidak berani melaut. Mereka memilih menghentikan aktivitas mencari ikan sambil menunggu kondisi alam kembali membaik.</p>
<p>Menurut salah seorang perangkat Desa Puncel, Sumarlan, kondisi seperti itu sudah terjadi sekitar lima hari terakhir. &#8220;Sejak Rabu yang lalu kondisi cuaca memang tidak memungkinkan para nelayan di sini untuk berangkat melaut,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Tidak adanya nelayan yang mencari ikan di laut menyebabkan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puncel menjadi sepi. Menurut Sumarlan, saat ini memang tidak ada aktivitas pelelangan ikan di tempat tersebut, karena tidak ada nelayan yang menjual ikan hasil tangkapannya di TPI.<br />
<span id="more-759"></span><br />
Menurut in-formasi yang diterima dari BMG, cuaca buruk di sekitar perairan Puncel diperkirakan akan berlangsung sampai se-puluh hari lagi. &#8220;Kami harapkan cuaca segera membaik, sehingga nelayan di sini bisa kembali bekerja. Sebab sebagian besar warga di sini me-mang menggantungkan pendapatan sebagai nelayan. Ka-lau tidak bisa mencari ikan, tidak mempunyai penghasilan,&#8221; imbuhnya.</p>
<p>Sumarlan menambahkan, jumlah nelayan di Desa Puncel sekarang ini sekitar 400 orang. Hampir semua nelayan di desa tadi mencari ikan dengan menggunakan perahu kecil atau perahu cukrik. Karena hanya menggunakan perahu kecil, nelayan di Desa Puncel hanya bisa mencari ikan di laut dangkal.</p>
<p>&#8220;Biasanya nelayan di sini mencari ikan di sekitar Pulau Mandalika. Jarak antara Pulau Mandalika dengan Puncel memang tidak terlalu jauh, kalau terlalu ke tengah berbahaya karena perahunya kecil, &#8221; ujar Sumarlan.</p>
<p>Beras paceklik<br />
Saat masa peceklik seperti sekarang ini, lanjutnya, para nelayan sangat berharap bantuan beras paceklik yang disalurkan KUD Sarono Mino yang mewadahi para nelayan di Kabupaten Pati. Dikatakan, biasanya bantuan paceklik untuk para nelayan disalurkan pada Februari.</p>
<p>&#8220;Untuk tahun ini kami tidak tahu, apakah ada bantuan paceklik karena Perda pengelolaan TPI tidak mengalokasi dana untuk bantuan paceklik.Biasanya hasil pungutan retribusi lelang ikan di TPI disisihkan untuk anggaran paceklik tadi,&#8221; imbuhnya. <em>Juk-bg</em><br />
sumber : <a href="http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&#038;task=view&#038;id=36986&#038;Itemid=35">wawasan</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://indrasetiawoyo.net/blog/2010/01/21/nelayan-desa-puncel-pati-berharap-beras-paceklik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.966 seconds -->
