Banjir Bandang, RSI Pati Evakuasi Pasien

Tuesday, January 26, 2010
By Administrator

PATI, Banjir bandang, Kamis (21/1) melanda Desa Waturoyo, Kecamatan Margoyoso, Pati. Bukan hanya puluhan rumah yang diterjang air bercampur lumpur, Rumah Sakit Islam (RSI) yang berada di desa itu juga sempat tergenang.

Setidaknya delapan pasien di ruang perawatan 10 (kelas III) terpaksa dievakuasi ke ruang komite medik yang datarannya lebih tinggi. Ruang jaga perawat di deretan bangsal itu, serta kantor radiologi juga sempat kemasukan air lumpur.

Keterangan yang dihimpun Suara Merdeka menyebutkan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 12.15. Saat itu air limpasan dari arah barat (Desa Sonean, Kecamatan Margoyoso) mengalir deras ke arah Waturoyo.

Saking derasnya laju air, tembok pagar bagian utara RSI runtuh sepanjang empat meter dan puluhan meter lainnya doyong. Akibatnya, air bah masuk ke ruang perawatan pasien 10 yang berada tepat di balik pagar.

Petugas bagian sanitasi RSI Suntiyanto mengatakan, kejadian itu kali pertama diketahui pasien yang menghuni bangsal. Mereka sempat panik dan berteriak minta tolong.

Sejumlah perawat dan petugas lainnya langsung mengevakuasi pasien dan sebagian lagi mengamankan arsip serta peralatan di ruang jaga perawat dan kantor radiologi.

“Air datangnya cepat sekali, sehingga kami panik. Tapi Alhamdulillah, semua baik-baik saja dan bisa cepat ditangani,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi banjir susulan, pihak rumah sakit membuat tanggul di utara pagar yang roboh dengan karung yang berisi tanah dan sirtu. Adapun tembok pagar yang dibangun pada 1994, saat awal berdirinya RSI langsung diperbaiki.
Sempat Kaget Staf Humas RSI Nusroh Fitriyana menyatakan, delapan pasien yang dipindahkan empat di antaranya merupakan pasien persalinan. Semuanya dalam kondisi baik dan tidak ada masalah, kendati sempat kaget dengan kejadian itu.

“Tidak ada masalah dengan kondisi pasien. Untuk sementara kami pindahkan ke ruang komite medik yang datarannya lebih tinggi, sambil menunggu ruang 10 dibersihkan,” katanya.

Sementara itu, warga RT 3 RW 6 Desa Waturoyo bergotong royong menguras air bercampur lumpur yang menggenangi permukiman. Air disedot dengan pompa dan dialirkan ke parit di bagian selatan kampung tersebut.

“Kalau hujan deras sering seperti ini, karena daerah atas (Desa Sonean, Red) tidak ada saluran airnya. Jadi kalau hujan deras air langsung mengarah ke sini,” ujar warga setempat, Moh Soleh.
Menurutnya, hampir semua rumah di RT-nya terendam setinggi 60 cm. Namun dua jam setelah kejadian, air menyusut separo.(H49-79)
sumber : suaramerdeka.com

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • PDF
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply