Korban Banjir Mulai Terserang Penyakit

PATI, Banjir yang hampir sepekan menggenangi wilayah di sekitar Sungai Juwana menimbulkan dampak buruk. Sebagian besar korban kebanjiran mulai terserang berbagai penyakit, antara lain, gatal-gatal dan ISPA.
Bukan saja yang masih bertahan di rumah dengan membuat ranggon, penyakit tersebut juga diderita warga yang telah mengungsi.
Hal itu lantaran hampir setiap hari memanfaatkan air banjir untuk segala macam kebutuhan, mulai dari memasak, mandi hingga MCK.
“Kaki dan sebagian badan saya mulai gatal-gatal. Anak dan cucu saya juga ada yang demam,” ujar warga Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Karni, kemarin.
Karena menganggap wajar dihinggapi penyakit itu saat banjir, dia sekeluarga enggan untuk berobat ke puskesmas terdekat. Mereka hanya membeli obat di warung terdekat.
Tetap Bertahan Karni merupakan satu di antara puluhan warga lainnya yang tetap bertahan di rumah kendati banjir telah masuk sejak pekan lalu.
Dia enggan mengungsi karena takut kebutuhan hidupnya meningkat di tempat pengungsian dan tidak bisa mengontrol hewan ternak.
“Kalau keluar rumah ya naik perahu. Repot kalau mengungsi nanti malah merepotkan orang lain,” katanya.
Hal senada dikemukakan tetangganya, Iskandar. Dia sekeluarga juga mulai mengalami keluhan gatal dan demam. Namun hal tersebut tidak begitu dianggap serius dan tetap tidak ingin mengungsi ke tempat yang tidak terendam banjir.
“Orang sini kalau banjir jarang mengungsi di tempat pengungsian. Paling-paling kalau kepepet ya numpang di rumah saudara,” katanya.
Ancaman penyakit juga terjadi di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo. Namun, penduduk di desa itu lebih beruntung karena petugas medis telah datang memeriksa serta memberikan obat.
“Kalau masalah pengobatan tidak ada persoalan. Sekarang yang kami khawatirkan persediaan makanan kami yang mepet padahal air terus bertambah,” ujar warga Kasihan, Sabar.(H49-36)
sumber : suaramerdeka
