NASIB ANAK SEKOLAH KORBAN BANJIR DI PATI

Wednesday, January 20, 2010
By Administrator

Pati, Banjir yang merendam belasan desa di Kabupaten Pati sekarang ini menyebabkan ratusan siswa di Dukuh Biteng Desa Banjarsari Kecamatan Gabus harus berangkat ke sekolah dengan naik perahu.

Hal itu terpaksa dilakukan karena jalan desa yang selama ini menghubungkan pemukiman warga di Dukuh Biteng dengan SD Banjarsari dan SMP Negeri 2 Gabus terendam banjir. Bahkan  bagian jalan ada yang terendam air banjir dengan kedalaman lebih dari satu meter.

Dalam pengamatan  Wawasan, Selasa (19/1) kemarin, para orang tua siswa harus menjemput anak-anak mereka yang baru pulang sekolah dengan menggunakan perahu. Kondisi serupa juga dilakukan saat para siswa tadi berangkat ke sekolah. Mereka juga harus diantar orang tua mereka dengan menggunakan perahu sampai di jalan yang posisinya lebih tinggi.

Menurut salah seorang warga Dukuh Biteng, Madyo (65), sudah tiga hari terakhir  ia harus melakukan aktifitas antar jemput dengan menggunakan perahu. “Kalau tidak begitu cucu saya tidak bisa sekolah. Saya harus mengantar dan menjemputnya  karena kedua orang tuanya bekerja,” ungkap Madyo.

Diterangkan, cucunya yang bernama Agus Winarto saat ini masih duduk di kelas tiga SDN Banjarsari. Ia memilih mengantarkan cucunya setiap hari karena khawatir dengan keselamatannya jika harus berangkat dan pulang dari sekolah sendirian.

Aktifitas serupa juga dilakukan warga Biteng lainnya yang memiliki anak atau cucu sekolah. Mereka harus mengantarkan dan menjemput anak-anak mereka sekolah dengan menggunakan perahu.

Menurut warga Dukuh Biteng lainnya, Lasmin, pihak sekolah memang tidak mungkin meliburkan sekolah karena banjir. Sebab rendaman banjir di Dukuh Biteng biasanya belum surut sampai dua bulan lebih.

“Kalau banjirnya  hanya satu atau dua minggu mungkin bias diliburkan, tetapi kalau beberapa bulan  tentu tidak mungkin diliburkan terus. Apalagi saat ini anak-anak sudah mendekati ujian dan harus sering mengikuti les di sekolah mereka,” imbuh Lasmin.

Lasmin hanya berharap, pihak sekolah memberikan jadwal pulang para siswa mulai kelas satu  sampai kelas enam agar para orang tua siswa bisa menjemput tepat waktu. Pasalnya, mereka sering harus menunggu cukup lama anak-anak mereka pulang dari sekolah. Juk
sumber : wawasan

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • PDF
  • RSS
  • Technorati
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Leave a Reply